OPINI

DARI KAMPUNG UNTUK INDONESIA

Literasi diakar rumput adalah literasi tanpa politik, mereka (relawan) dengan sabar dan penuh inovatif mengajak masyarakat untuk terus melek. Baik melek aksara, maupun yang lainnya. Literasi ini yang kemudian saya apresiasi tinggi.

DARI BOOKSHARE HINGGA ESAI

Bookshare dapat memberikan stimulus bahkan pengetahuan. Ini cara yang tepat diterapkan oleh TBM untuk menambah wawasan serta saling tukar pikiran yang lahir dari sebuah buku yang notabene sebagai sumber ilmu.

SAYA MULAI MENULIS

Dengan jalan membaca, saya menjadi tahu informasi, mengetahui pengalaman, pemikiran, dan perasaan orang lain tidak atau belum saya alami sendiri.

MERAWAT INGATAN : DARI KABUYUTAN KE TBM

Namun, tradisi literasi pada saat itu masih terbatas pada kalangan tertentu saja, masih bersifat elitis. Selain itu, pergeseran fungsi kabuyutan dengan menempatkan naskahnya sebagai artefak dan untuk membukanya diperlukan ritual khusus. Pergeseran fungsi ini, selain terjadi di Kabuyutan Ciburuy, ditemukan pula di Dusun Prawira, Kabupaten Lombok Utara.

Gawai dan Ponsel Pintar dalam Genggaman Anak-anak

Di luar alasan kenapa orang tua memberikan gawai atau dan ponsel cerdas untuk anak-anaknya, beberapa artikel hasil penelitian yang berseliweran di internet ataupun dalam beberapa majalah, mengabarkan bahwa kedua barang elektronik tersebut mengirimkan dampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Kelindan Kelisanan dengan Keberaksaraan

Waktu itu, terpikir oleh saya bagaimana cara memanfaatkan hasil bacaan saya. Beruntung, karena saya sering ke Bandung untuk membeli buku bekas dan memasuki klub baca buku, sehingga jadi bisa berkenalan dengan para penulis. Oleh karena pergaulan para penulis itulah pada akhirnya saya termotivasi untuk juga menulis. Akhirnya, saya mulai menulis sejak tahun 2003. Waktu itu saya langsung menulis dalam dua bahasa. Tulisan pertama yang berbahasa Sunda langsung dimuat dalam majalah Cupumanik dan tulisan pertama yang berbahasa Indonesia dimuat pada Harian Umum Pikiran Rakyat.

Literasi dan Kegilaan Mulia

Filistinisme adalah sebuah sikap yang tidak menghargai produk kebudayaan berupa seni dan sastra. Sebagai aktivis literasi yang selalu beririsan dengan produk kebudayaan berupa seni dan sastra, serta garda depan perubahan, mengajak masyarakat untuk terus dan terus mencintai seni dan sastra

ENTROPI BAHASA DI ERA MILENIAL

Gaya hidup pada komunikasi modern telah menuntut percepatan bahasa para penggunanya. Bahasa dibuat sedemikian rupa menjadi bentuk paling kecil. Konsep bentuk bahasa yang dikecilkan muncul ketika pengguna ingin berkomunikasi secara cepat.