Read Aloud di Kemah Literasi

Read Aloud atau membaca nyaring belakangan populet di masyarakat (TBM) juga sekolah. Lalu apa bedanya dengan mendongeng?

Sekilas memang tidak ada bedanya antara read aloud dengan mendongeng. Namun apabila kita belajar lebih jauh terhadap read aloud, maka akan ketahuan bedanya. Read Aloud sekarang menjadi salah satu teknik dalam membudayakan baca di masyarakat maupun di sekolah. Media dari read aloud sendiri hanya buku. Oleh karena itu, read aloud salah satu teknik yang tepat dilakukan di TBM serta sekolah yang sedang mencoba mempraktikan gerakan-gerakan literasi (praktik baik).

Palupi Mutiasih, S.Pd telah mempraktikan read aloud dan hasilnya sangat positif. Pada Kemah Literasi FTBM 2019 di Kiarapayung, Sumedang (16/11/19), Palupi berbagi pengalaman pada peserta Kemah Literasi.

Teknik membaca nyaring dengan kreatif

Pertama harus dilakukan adalah memilih buku yang tidak banyak teksnya. Telaah buku tersebut, hingga kita dapat membacakan dengan kreatif. Mainkan imajinasi sesuai apa yang terdapat dalam buku tersebut. Eskpresikan wajah serta tubuh kita dengan sangat ekspresif. Terakhir, membuat karakter suara. Imajinasi, ekspresi, dan karakter suara apabila dikombinasikan dengan baik, niscaya anak-anak terangsang dan antusias terhadap buku.

Selama membaca, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam read aloud. Menggunakan fitur-fitur bacaan (paragraf, ide pokok, ide pendukung, kosakata, jenis, struktur teks, elemen visual dll) untuk memahami bacaan. Mampu mengidentifikasi ide dan argumen yang penting pada bacaan.Mampu menerapkan strategi membaca untuk mengingat informasi penting pada bacaan. Mampu mendata pertanyaan terkait bacaan selama membaca.

Setelah membaca selesai, maka mentor (atau orang yang membacakan nyaring) memberi pertanyaan terkait bacaan. Mengkomunikasikan pemahamannya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan. Mengkomunikasikan tanggapannya terhadap bacaan secara verbal dan gambar/tulisan.

Anak-anak niscaya akan senang dengan teknik read aloud ini. Asalkan kita membawakannya dengan kreatif. Selain itu, anak-anak juga pasti antusias terhadap buku.  

Selain antusias terhadap buku, teknik read aloud  juga mempunyai manfaat sangat penting. Membuat otak menjadi lebih aktif dan optimal, memperkenalkan dan melatih kemampuan mendengar, memperkaya kosakata, melatih rentang perhatian dan mengingat, menjalin keakraban satu sama lain, serta menciptakan rasa sayang.   

Read aloud  memang bukan satu-satunya teknik mendekatkan buku pada anak-anak, namun tidak salah ketika kita mempraktikan read aloud   ini di sekolah atau Taman Bacaan Masyarakat. Supaya membaca tidak monoton. Dan supaya anak-anak lebih kreatif lagi. (HMK)   

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.