LITERASI FINANSIAL ALA TBM MA’MURINA

Oleh: Savitri Mutia Agustine

Membaca dan berkreasi sudah menjadi rutinitas harian di TBM Ma’murina. Namun banyak hal lain – dari pada hanya sekedar membaca – yang menjadi harapan besar para pengelola TBM pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan disini. TBM Ma’murina berusaha menanamkan keenam literasi dasar dalam kegiatan sehari-hari secara fundamental. Pengunjung yang rata-rata adalah anak-anak usia 6-18 tahun diajak memahami konsep berliterasi secara halus melalui aktivitas sederhana tapi mengena.

Bukan kebetulan, di akhir bulan September 2019, TBM Ma’murina berkesempatan untuk mengikuti Workshop Active Citizen of Social Enterprise for Civil Society Organisation (ACSE for CSO) dari British Councils. Dan sebelumnya – pada Juli 2018 – TBM Ma’murina pun menjadi salah satu peserta dalam program Residensi Literasi Finansial yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia. Hal ini merupakan kesempatan baik untuk menjadikan Literasi Finansial sebagai salah satu program utama.

Salah satu yang menjadi target TBM Ma’murina adalah, mengajak para penggunjung TBM untuk berliterasi financial sejak dini. Mengatur kebutuhan financial bukan hanya menjadi kewajiban orang tua, anak pun berhak untuk diberi kesempatan mengatur kebutuhan pribadinya. Jarang sekali orang tua, maupun guru di sekolah yang secara langsung mengajak anak untuk terampil mengelola keuangannya.

TBM Ma’murina mengajak semua pengunjungnya untuk mulai merencanakan kebutuhan finansialnya secara sederhana. Kegiatan diawali dengan mendiskusikan beberapa hal, diantaranya:

1. Diskusi terbuka tentang uang dan manfaatnya.

2. Berdiskusi tentang contoh-contoh manfaat berliterasi financial

3. Mengenali nilai setiap pecahan mata uang dan nilai transaksinya.

4. Berkomunikasi tentang tindakan berhemat, menabung, dan berencana.

5. Mengamati kasus-kasus disekitar tentang kegiatan financial yang tidak terencana

6. Memperkenalkan bentuk investasi-investasi sederhana (sesuai dengan jangkauan pemikiran anak-anak)

7. Mengakhiri diskusi dengan pesan-pesan moral yang positif.

Salah satu program literasi financial dasar di TBM Ma’murina adalah menabung. Pada awalnya TBM membagikan celengan plastik untuk di bawa ke rumah, dengan tujuan agar anak-anak dapat menyisihkan uang sisa jajan mereka dan menabungnya dalan celengan. Namun dengan berbagai macam alasan yang lucu, mereka meminta agar kegiatan menabung tetap dilaksanakan di TBM. Pada akhirnya, TBM membuatkan buku tabungan dan anak-anak secara rutin akan datang ke TBM untuk menabung.

Hingga saat ini, jumlah pengunjung anak-anak yang ikut program menabung di TBM Ma’murina sudah mencapai 45 anak. Kegiatan ini tentu saja atas sepengetahuan orang tua dan masyarakat sekitar. Hal ini diharapkan akan membawa efek positif terhadap lingkungan Kampung Warung Kalapa, Lembursitu, Kota sukabumi dalam kegiatan finansial.

Beberapa relawan TBM pun mulai belajar manjalankan aktivitas berwirausaha. Mereka memproduksi makanan berupa coklat cetak, salad buah, stufe roti dan beberapa makanan lainnya yang dijual secara online maupun langsung. Penghasilan yamng mereka dapatkan pun disisihkan untuk menabung di TBM.

Rencana jangka panjang TBM Ma’murina dalam menggembangkan Literasi Finansial adalah, membentuk sebuah kegiatan Social Enterpreneur yang dapat melibatkan dan memberi manfaat pada masyatakah sekitar. Saat ini langkah yang diambil masih berupa pemetaah asset lingkungan dan dan komunitas.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.