SAFARI LITERASI ALA RBK

Oleh: Sofian Munawar*

Bagi kami, giat lterasi idealnya melingkupi tiga hal dasar: membaca, menulis, membagi. Dalam kegiatan Safari Literasi, ketiga hal ini dapat disinkronisasi secara terintegrasi.”

“Saya yakin, diantara kalian di sini ada calon-calon dokter, insinyur, pengusaha, ahli agama, gubernur, dan bahkan mungkin ada calon presiden di sini. Sepuluh atau dua puluh tahun lagi, kalian adalah calon-calon pemimpin bangsa. Tapi harapan itu tidak akan terwujud jika kalian tidak memegang kuncinya, yaitu rajin membaca,” demikian ungkapan yang disampaikan Drs. H. Ahmad Sobana, M.Pd. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Banjar saat memberikan sambutan dalam acara Safari Literasi Yayasan Ruang Baca Komunitas (YRBK) di kampus SMA Negeri 1 Banjar.

Saat itu, YRBK mengadakan Safari Literasi Edisi ke-23 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2016. Momentum spesial ini diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu bagi kawula muda, terutama para pelajar untuk menumbuhkan semangat dan kegemaran membaca (reading habit) sebagai salah satu modal penting dalam meraih kemajuan. Kepala Sekolah SMAN 1 Banjar, Ahmad Sobana menyambut positif kegiatan Safari Literasi yang diadakan YRBK. Dia yakin kegiatan literasi sangat penting dan besar manfaatnya untuk mendorong para siswa agar lebih giat belajar dalam rangka menggapai masa depan yang lebih baik.

Acara Safari Literasi ditutup dengan pertukaran pustaka dari YRBK dengan SMAN 1 Banjar. Kami dari YRBK mendapat bingkisan buku dari Kepala SMAN 1 Banjar. Demikian pula sebaliknya, kami memberikan sejumlah buku untuk Perpustakaan SMAN 1 Banjar. Kami berharap, pertukaran pustaka ini menjadi simbol untuk saling menguatkan, saling sharing dan saling mendukung dalam memajukan budaya literasi, khususnya di Kota Banjar. Upaya seperti ini kami lakukan karena sebuah kesadaran akan masih rendahnya budaya literasi yang kita miliki, termasuk di kalangan pelajar di Kota Banjar.

Kondisi itu pula antara lain yang telah mendorong pemerintah sejak tahun 2015 mengupayakan program terobosan dengan mempromosikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Semangat GLS dapat disimak dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)  Nomor  23 Tahun 2015. Program GLS dirancang untuk membiasakan siswa-siswi agar gemar membaca dan menulis. Di level Jawa Barat, program GLS antara lain diterjemahkan dalam kegiatan WJLRC (West Java Leaders Reading Challenge). WJLRC ini semacam dorongan sekaligus tantangan untuk para pelajar di Jawa Barat agar lebih semangat dalam mengikuti kegiatan literasi.

Menurut laporan  Tim WJLRC Disdikbud Jawa Barat (2015) Kota Banjar memiliki predikat rendah dalam budaya literasi.  Laporan itu menyebutkan, dalam kegiatan WJLRC, Kota Bogor menempati peringkat tertinggi, sementara Kota Banjar masih perlu peningkatan, karena masih menempati posisi lima dari bawah. Hal ini antara lain disebabkan karena masih minimnya dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar dalam memfasilitasi kegiatan-kegiatan literasi, termasuk kegiatan GLS yang sejatinya telah menjadi program resmi pemerintah.

Berangkat dari keprihatinan itu, YRBK mencoba untuk turut berkiprah dalam kegiatan literasi sekolah. Meskipun kegiatan yang kami tawarkan bukan sesuatu yang bersifat formal, namun YRBK mencoba mendekati sejumlah sekolah untuk menjalin kerjasama dalam kegiatan literasi. Tujuannya tidak lain dalam rangka turut mendorong meningkatnya budaya literasi di kalangan pelajar di Kota Banjar. “Pokoknya, ada atau pun tidak ada program formal dari pemerintah, kita memang berniat untuk membantu siswa, para pelajar di Kota Banjar dalam kegiatan literasi,” kata Ketua YRBK, Siti Maroah.

Selain menyediakan ruang baca alternatif berupa “Mini Library” untuk turut mendorong kegiatan literasi di Kota Banjar, YRBK juga merancang beragam program. Diantara sekian program yang dijalankan, salah satunya yang utama adalah “Safari Literasi” ke sekolah-sekolah dan pesantren serta komunitas literasi yang ada di Kota Banjar dan sekitarnya. Tujuan utama kegiatan Safari Literasi adalah untuk menyosialisasikan pentingnya budaya literasi sekaligus saling sharing serta berbagi informasi mengenai perkembangan dunia literasi kepada para pelajar, mulai dari tingkat SD/MI, SLTP/MTs, maupun SLTA (SMA, SMK, MA) dan penggiat komunitas. Selain itu, Safari Literasi juga dilakukan dengan tujuan membangun sinergi dan jejaring agar kegiatan literasi menjadi gerakan yang massif sehingga memunculkan kesadaran bersama untuk turut mendorongnya.

Sejak pertengahan 2016 hingga akhir September 2019, YRBK sudah mengadakan Safari Literasi ke 94 tempat, baik sekolah, pesantren, maupun komunitas penggiat literasi lainnya. Karena konsistensinya dalam kegiatan Safari Literasi terutama ke sekolah-sekolah, YRBK mendapat dua julukan sekaligus sebagai “Sahabat Pelajar” dan “Provokator Literasi” di Kota Banjar. Dalam menjalankan program Safari Literasi, kami menyesuaikan temanya sesuai momentum yang tepat sehingga giat Safari Literasi selalu aktual dan kontekstual.

Sebagai contoh, sepanjang bulan Agustus, kami merancang program Safari Literasi Merdeka (SaLiM). Kami mendatangi sejumlah sekolah untuk mengkampanyekan pentingnya budaya literasi dihubungkan dengan konteks kemerdekaan. Bagaimana semangat literasi yang dulu diusung para pejuang kemerdekaan dikomparasikan dengan tugas yang diemban generasi sekarang dan bagaimana menjadikan budaya literasi sebagai modal vital untuk mengisi kemerdekaan. Demikian halnya pada bulan Ramadan, kami merancang program Safari Literasi Ramadan (SaLiRa). Semangat untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan literasi dalam beragam bentuknya menjadi tema utama kami menginisiasi kegiatan SaLiRa baik ke sekolah-sekolah maupun Safari Literasi ke kalangan santri di sejumlah pesantren.

Kegiatan Safari Literasi paling massif biasanya dilakukan pada masa jeda semester atau pada awal masuk sekolah dimana ada program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau sering juga disebut sebagai Masa Orientasi Siswa Baru. Dalam kegiatan MPLS sekarang, literasi sudah menjadi salah satu materi wajib untuk disampaikan kepada para siswa baru, terutama di SMP dan SMA. Sehubungan dengan kegiatan MPLS itulah YRBK sering mendapat undangan dari sejumlah sekolah untuk turut terlibat menyampaikan materi seputar literasi. Pada momentum seperti itulah kami sering memanfaatkan kegiatan MPLS dengan Safari Literasi.

Dalam hubungannya dengan kegiatan Safari Literasi kami beruntung mendapatkan dukungan luar biasa dari Toko Buku Lumpurmas Kota Banjar. Kami mendapat donasi buku dalam jumlah yang cukup besar, terutama buku-buku cerita yang sangat variatif. Buku-buku ini sebagian kami jadikan modal untuk menjalankan kegiatan Safari Literasi YRBK ke sekolah maupun pesantren. Setiap kami mendatangi sekolah dan pesantren untuk melakukan Safari Literasi, kami tidak lupa membawa buku-buku cerita untuk kami jadikan hadiah kepada para siswa atau santri yang berani berbagi cerita. Kami sering menyebutnya dengan istilah CLBK atau “Ceritakan Lagi Bacaan Kamu”. Jadi, siapapun yang berani berbagi menceritakan kembali hasil bacaannya maka kami akan memberinya hadiah sebuah buku. Bagi kami, giat lterasi idealnya melingkupi tiga hal dasar: membaca, menulis, membagi. Dalam kegiatan Safari Literasi, ketiga hal ini dapat disinkronisasi secara terintegrasi.

Model itu ternyata cukup efektif untuk menarik minat siswa-siswi dan santri sehingga acara Safari Literasi terasa lebih hidup karena diantara mereka ada inisiatif untuk saling berbagi hasil bacaannya. Dengan begitu, kegiatan Safari Literasi juga tidak monoton dan monolog, tapi menjadi media dialog, media saling sharing, saling berbagi ide dan pengalaman serta bertukar perspektif. Selain dari kalangan lembaga pendidikan, terkait Safari Literasi ini kami juga sering mendapat undangan dari berbagai lembaga lainnya, seperti dari basis organisasi kemahasiswaan, Ormas maupun lembaga pemerintahan. Belakangan bahkan, undangan untuk Safari Literasi kami dapatkan tidak hanya berasal dari Kota Banjar saja, tapi juga dari wilayah-wilayah sekitar seperti Ciamis, Cilacap, dan Pangandaran.

*Pendiri Ruang Baca Komunitas, Kota Banjar

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.