Mengenal Sosok Sofian Munawar dan RBK

Kecintaannya terhadap literasi, Sofyan Munawar tak henti-hentinya mengajak masyarakat Kota Banjar untuk terus menanamkan budaya baca tulis lewat kegiatan-kegiatan yang rutin diselenggarakan. Bahkan rela mengeluarkan uang sendiri

Ketika sejarah tidur, ia akan bicara dalam mimpi:

di dahi orang-orang tidur puisi adalah sebuah rasi darah.

Ketika sejarah terjaga, khayal diterjemahkan ke dalam tindakan.

Puisi ambil bagian. Puisi mulai bertindak.

(Titik Mula Puisi, Octavio Paz)

Sofian Munawar lahir di Garut, 29 Desember 1969 adalah sosok di balik kesuksesan Ruang Baca Komunitas Kota Banjar. Lelaki yang memiliki gelar Master Ilmu Politik dari Universitas Gajah Mada ini sudah menetap di Kota Banjar dari tahun 2015. Sejak kuliah S-1, beliau banyak menulis artikel, esai, karya sastra, yang telah banyak dipublikasikan di media massa maupun buku.

Kecintaannya terhadap literasi, Sofyan Munawar tak henti-hentinya mengajak masyarakat Kota Banjar untuk terus menanamkan budaya baca tulis lewat kegiatan-kegiatan yang rutin diselenggarakan. Bahkan rela mengeluarkan uang sendiri.  

Berikut adalah wawancara pamatriliterasi.com dengan Sofian Munawar lewat WhatpApp pada tanggal 23 Juli 2019.      

1.Sudah berapa lama bapak bekecimpung di dunia literasi

Kalau secara pribadi sudah cukup lama sejak di Jakarta di Perkumpulan Demos dan Yayasan Intersensi bergelut di dunia perbukuan. Bahkan sejak kuliah di Yogya di UGM saya sering banyak terlibat dalam kegiatan kepenulisan. Tapi untuk Ruang Baca Komunitas (RBK) Kota banjat baru mulai digagas sejak awal 2015. Secara formal pendiriannya pada tanggal 4 April 2016 diresmikan oleh Lurah Kelurahan Banjar, Bapak Irfan Fauzi, S.IP. MAP. Kemudian YRBK sebagai Yayasan diresmikan Walikota Banjar pada 19 Desember 2016.

2. Kegiatan apa saja terkait literasi yang sudah dilaksanakan?

Sejak RBK berdiri, selain kegiatan peminjaman buku, kegiatan awal yang rutin dilaksanakan adalah DisKo (Diskusi Komunitas). Kegiatan DisKo dimaksudkan sebagai media untuk saling berbagi pengetahuan (sharing of knowledge), berbagi ide, wawasan, pengalaman, atau apapun terkait isu-isu pendidikan dan literasi. Kami menawarkan kesempatan kepada siapun yang mau berbagi dalam forum diskusi sederhana ini. Pada momentum tertentu, kami juga mengundang pihak-pihak yang memiliki kompetensi tertentu untuk berdiskusi dan berbagi dalam kegiatan DisKo.

DisKo pertama dilaksanakan pada 2 Mei 2016 memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Ivan Mahendrawanto, guru SMAN 3 Banjar yang belakangan juga bergabung menjadi pengelola YRBK didaulat untuk menjadi pembicara dalam DisKo perdana dengan tema “Oleh-oleh Kang Guru dari Australia”. Tema ini tentu sangat relevan, dimana saat Hari Pendidikan Nasional diskusi kami membincangkan komparasi pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di negeri Kangguru yang dikenal sudah sangat maju. Kami juga berbincang mengenai budaya literasi di Indonesia dan dikomparasikan dengan budaya literasi di Australia. Sebagaimana kita mafhum bahwa program Gerakan Literasi Nasional (GLN), terutama di Jawa Barat melalui West Java Leader Reading Challenge’ (WJLRC) mengambil studi banding di Australia. Ivan Mahendrawanto merupakan salah satu alumni Short Course, The University of Adelaide, Australia. DisKo terus berlanjut sudah belasan edisi, menghadirkan mahasiswa berprestasi, Dosen, Sekda, Wakil Walikota, dll.

3. Program unggulan dari TBM bapak?

Program unggulan antara lain Safari Literasi ke sekolah-sekolah dan pesantren. Hingga akhir Juni kemarin kami sudah melakukan Safari Literasi ke 89 tempat di Kota Banjar dan wilayah sekitar (Ciamis, Cilacap, dan Pangandaran). Safari Literasi terjauh yang pernah kami laksanakan adalah ke Pulau Banda, Maluku Tengah atas undangan Yayasan HekaLeka Maluku.

Karena kami sering melakukan Safari Literasi ke sekolah, YRBK mendapat dua julukan sekaligus sebagai “Sahabat Pelajar” dan “Provokator Literasi” di Kota Banjar. Dalam menjalankan program Safari Literasi, kami menyesuaikan temanya sesuai momentum yang tepat sehingga giat Safari Literasi selalu aktual dan kontekstual.

Sebagai contoh, sepanjang bulan Agustus, kami merancang program Safari Literasi Merdeka (SaLiM). Kami mendatangi sejumlah sekolah untuk mengkampanyekan pentingnya budaya literasi dihubungkan dengan konteks kemerdekaan. Demikian halnya pada bulan Ramadan, kami merancang program Safari Literasi Ramadan (SaLiRa). Semangat untuk mengisi bulan suci dengan kegiatan literasi dalam beragam bentuknya menjadi tema utama kami menginisiasi kegiatan SaLiRa baik ke sekolah-sekolah maupun Safari Literasi ke kalangan santri di sejumlah pesantren.

Kegiatan Safari Literasi paling massif biasanya dilakukan pada masa jeda semester atau pada awal masuk sekolah dimana ada program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau sering juga disebut sebagai Masa Orientasi Siswa Baru. Dalam kegiatan MPLS sekarang, literasi sudah menjadi salah satu materi wajib untuk disampaikan kepada para siswa baru, terutama di SMP dan SMA. Sehubungan dengan kegiatan MPLS itulah YRBK sering mendapat undangan dari sejumlah sekolah untuk turut terlibat menyampaikan materi seputar literasi. Pada momentum seperti itulah kami sering memanfaatkan kegiatan MPLS dengan Safari Literasi.

Dalam hubungannya dengan kegiatan Safari Literasi kami beruntung mendapatkan dukungan luar biasa dari Toko Buku Lumpurmas Kota Banjar. Kami mendapat donasi buku dalam jumlah yang cukup besar, terutama buku-buku cerita yang sangat variatif. Buku-buku ini sebagian kami jadikan modal untuk menjalankan kegiatan Safari Literasi YRBK ke sekolah maupun pesantren. Setiap kami mendatangi sekolah dan pesantren untuk melakukan Safari Literasi, kami tidak lupa membawa buku-buku cerita untuk kami jadikan hadiah kepada para siswa atau santri yang berani berbagi cerita. Kami sering menyebutnya dengan istilah CLBK atau “Ceritakan Lagi Bacaan Kamu”. Jadi, siapapun yang berani berbagi menceritakan kembali hasil bacaannya maka kami akan memberinya hadiah sebuah buku.

4. Prestasi yang sudah diraih oleh bapak maupun TBM?

Pada bulan Februari 2017 dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Banjar, kami mengadakan Pekan Literasi Kota Banjar dengan puncak acara “Deklarasi Banjar Membaca”. Alhamdulillah dalam kegiatan ini kami dapat menghadirkan lebih dari seribu pelajar. Walikota, Kepala Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, para Camat dan OPD lain hadir.  Atas berbagai kiprah dan peran yang selama ini dilakukan YRBK, Walikota Kota Banjar Dr.Hj. Ade Uu Sukaesih, M.Si memberikan penghargaan untuk YRBK. Dalam Piagam Penghargaan dari orang nomor satu di Kota Banjar itu disebutkan “Walikota Kota Banjar memberikan apresiasi dan penghargaan kepada YRBK yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dan peran sehingga Kota Banjar mampu meraih dan mewujudkan Kota Layak Anak serta YRBK merupakan pelopor gerakan literasi di Kota Banjar”.  Sebelumnya, YRBK juga mendapat sejumlah penghargaan dari Dinas Penddikan Kota Banjar, Dinas Perpustakaan Kota Banjar, dan Harian Kabar Priangan.

Seperti kutipan puisi dari Octavio Paz di atas, bahwa sejarah tidak pernah tidur. Sofian Munawar dengan Rumah Baca Komunitasnya sedang membuat sejarah positif. Sejarah yang akan menularkan spirit literasi di Kota Banjar bahkan di Jawa Barat.

Salam Literasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *