Kembangkan Potensi Anak

Oleh: Heri Maja Kelana

Anak mempunyai kemurnian tubuh dan pikiran yang kemudian dapat diarahkan pada suatu bidang yang positif. Potensi anak dapat muncul atau berkembang apabila anak berada pada lingkungan yang diciptakan maupun lingkungan yang sudah terbentuk dengan sendirinya. Di sekolah misalnya. Apabila anak nyaman dengan keadaan dan tidak merasa tegang dengan keadaan sekolah tersebut, maka potensi akan berkembang. Perkembangan anak memang tidak terjadi secara langsung. Setidaknya anak dapat merekam suatu peristiwa dalam setiap pembelajaran.

Sekolah yang baik adalah ruang bermain untuk para siswanya. Bermain yang saya maksudkan adalah menjadikan tempat tersebut enjoy, sehingga anak dapat menerima ilmu-ilmu yang diberikan oleh guru-gurunya. Artinya harus ada perombakan paradigma terhadap sekolah yang dipandang oleh masyarakat, terutama siswa. Selama ini, terutama di daerah bersekolah itu menjadi sesuatu yang menegangkan.

Proses belajar akan nyaman apabila atmosfir yang tercipta menyenangkan. Sehingga siswa akan lebih memahami hakikat dari ilmu-ilmu yang diberikan. Bukan sekedar menghafal kemudian ujian dapat nilai yang bagus, namun lebih dari itu ada esensi dari ilmu-ilmu terhadap kecerdasan sosial, religius, intelektual, serta kecerdasan budaya harus dimiliki pula terhadap anak.

Sebagai calon penerus kelangsungan bangsa, anak harus dapat mengembangkan potensi yang terdapat dalam diriya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, potensi anak dapat berkembang dalam satu lingkungan yang menurutnya nyaman, sehingga potensi muncul secara alamiah. Ada pula dengan diarahkan oleh guru atau orang tuanya setelah melihat potensi yang dimiliki oleh anak tersebut. Sehingga anak tersebut akan menjadi ahli-ahli pada bidang tertentu yang dapat menopang kemajuan bangsa Indonesia.

Ada contoh kasus seorang anak yang tidak mau belajar ilmu eksak, tetapi anak tersebut pandai dalam ilmu bahasa dan sosial. Ada juga seorang anak yang hanya pandai dalam berhitung, pandai berdiplomasi, pandai olah raga tetapi dengan ilmu-ilmu yang lain mereka tidak pandai bahkan tidak mau sama sekali. Apakah kasus seperti ini menjadi suatu kelainnan terhadap anak? Atau bahkan menjadi kelebihan yang dimiliki anak?.

Anak-anak memang unik, keunikan-keunikan anak tersebut harusnya menjadi potensi yang sangat luar biasa. Pertanyaan berikutnya adalah, apakah sekolah memfasilitasi potensi-potensi untuk anak?   

Sekolah lewat kurikulum yang kemudian dijabarkan pada ektrakulikuler harusnya dapat mewadahi potensi-potensi anak. Pembelajaran dalam ekstrakulikuler dengan pembelajaran di kelas sangat berbeda, anak biasanya lebih nyaman di lingkungan ekstakulikuler daripada di kelas yang kaku. Oleh karena itu, ekstrakulikuler perlu dimaksimalkan supaya potensi anak lebih berkembang.      

Kemajuan suatu bangsa berada pada pundak anak-anak, oleh karenanya harus sama-sama kita kembangkan. Baik oleh guru, orang tua, juga oleh pemerintah lewat insfrastuktur dan kurikulum. Karena potensi anak jaminan kemajuan bangsa. Karena bangsa kita membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang akan membuat Indonesia menjadi tambah baik.         

1 thought on “Kembangkan Potensi Anak

  1. Well noted! Setuju sekali, semoga kita senantiasa menjadi orang tua yang bisa memfasilitasi kebutuhan perkembangan anak sesuai potensinya ya.. amiin.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.