Anaknya Orang Tua

Oleh: Aris Munandar

“Kau teman dalam hari-hariku…” ~ Ibu Zaidan.

“Terima kasih ibu; Atas kasih sayang kebahagiaan…” ~ Zaidan.

Setiap kali melihat Daniah, langsung terkenang almarhum orang tua saya. Demikian sirat yang bisa ditangkap ketika membaca buku Pengasuhan Literasi, Antologi Cinta Ibu dan Anak, yang disusun oleh Mas Ari (Ariful Amir) dan Bude Kis (Kiswanti).

Buku ini terdiri dari 2 bagian. Pertama, Kepada Adinda, merupakan curahan cinta dari orang tua (di buku ini diwakili oleh para ibu) Kedua, Kepada Ibunda (baca: orang tua), ungkapan cinta anak-anak kepada orang tua.

Yang menjadi penting, tentu saja, bukan sebatas pada kata-kata yang tertera. Lebih dari itu, surat-surat yang dihimpun ini adalah sebuah antologi cinta. Cinta yang menggerakan kasih sayang, tak pernah terhenti, tak pernah berkurang.

Dalam literasi, pengasuhan yang disimbolkan sebagai peran kebundaan (mothering literacy), berfungsi sebagai pendidik pertama dan paling penting. Demikian, Bu Sofie (Sofie Dewayani) memberi konteks literasi dalam relasi orang tua dengan anak.

Orang tua yang literat, bukan hanya mampu mencari informasi, demikian Bu Sofie menuturkan lebih lanjut. Namun mampu memilih dan menggunakan informasi tersebut sehingga proses tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal.

Bude Kis (tentu saja bersama Mas Ari) begitu piawai dalam mengasuh curahan cinta yang saling berpendar diantara orang tua dan anak-anaknya. Pun demikian yang saya rasakan ketika berada dalam asuhan beliau. Pada tahun 2018, saya berkesempatan mengikuti Residensi Penggiat Literasi di TBM Warabal. Tak bisa dipungkiri, figur Bude Kis begitu sentral menginspirasi, menumbuhkan minat dan motivasi untuk mereproduksi kultur dan capaian dalam gerak literasi.

Kini, buku ini saya dapatkan pun ketika “mendampingi” beliau dalam kegiatan Residensi Penggiat Literasi 2019. Dalam interaksi kami, baik Saat di Lombok, Yogyakarta, begitupun Kediri, selalu ditemukan jiwa orang tua saya di sosok beliau. Saya pun berani mengklaim jika kedatangan saya pertama kali ke Warabal sepertihalnya pulang ke rumah. Tempat dimana cinta dan kehangatan terus terpancar.

Buku Pengasuhan Literasi ini menegaskan jika penting saling mengungkap cinta diantara orang tua dengan anak. Buku ini, kian hari akan menjadi semakin berharga. 5, 10, 15, bahkan 20 tahun yang akan datang. Ketika anak-anak yang ada di buku inj melihat orang tua mereka dari mata anak-anaknya.

Keluarga sebagai rumah bagi cinta diantara orang tua dan anak-anak. Di sana mereka, seperti Matahari Pagi yang Bersinar Bersama dan Menyinari Kebersamaan. Matahari Pagi adalah dedikasi untuk cinta mereka agar senantiasa abadi.

Aris Munandar – founder Matahari Pagi.

2 thoughts on “Anaknya Orang Tua

  1. MasyaAllah tabarakkalah. Membaca artikel ini saya jadi mendapatkan ide apa yang harus saya lakukan di sekolah sebagai langkah awal untuk mengajak anak menulis. Jazakallah khairan katsir Kang. Informatif dan inspiratif tulisannya.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.